Senin, 25 April 2016
Diberikan kepada wanita dimulai usia 10 tahun.
Diberikan kepada wanita dimulai usia 10 tahun.
VIVA.co.id – Kanker
serviks atau kanker rahim merupakan penyebab kematian terbesar akibat
kanker pada wanita di Indonesia. Dari data yang dimiliki oleh RSUP
Persahabatan tahun 2015, jumlah pasien rawat dengan kanker serviks
adalah sebesar 59 persen dari seluruh kasus kanker organ reproduksi.
Menurut dr. Boy Busmar, SpOG(K), salah satu cara medis yang dapat
dilakukan untuk mencegah kanker ini adalah dengan pemberian vaksin.
Pemberian vaksin efektif dilakukan pada perempuan mulai dari usia 10
hingga 55 tahun karena kualitas antibodi yang dihasilkan pada umur
tersebut terbilang tinggi.
Namun, perlu diingat bahwa pemberian vaksin pada perempuan yang sudah
pernah berhubungan seks berbeda dengan mereka yang belum. Sebelum
diberi vaksin, mereka diharuskan untuk melakukan deteksi penyakit
terlebih dahulu melalui metode Pap Smear.
Pap smear adalah sebuah langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada
tidaknya gangguan pada leher rahim. Adapun wilayah kewanitaan yang
diperiksa meliputi sel-sel dari leher rahim hingga panggul.
"Bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seks, deteksi kanker harus
dilakukan dengan Pap smear terlebih dahulu karena jika ketika divaksin
saat sudah terkena kanker, kanker tersebut akan membesar. Bagi anak
kecil dan perempuan yang belum pernah bersenggama dapat langsung
diberikan vaksin," kata dr Boy ketika ditemui di acara Seminar Awam Dalam Rangka Hari Kartini dan Bulan Cegah Kanker Serviks, di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Senin, 25 April 2016.
dr. Boy juga mengatakan bahwa tingkat efektivitas vaksin ini cukup
tinggi mulai dari 91 hingga 100 persen karena vaksin ini mengandung
protein yang sama dengan virus tipe 6 dan 11, (virus penyebab kutil
kelamin) sehingga kemungkinan terkena kanker lebih kecil. Hal itu juga
disebabkan oleh persamaan protein yang dimiliki oleh vaksin dan virus
tipe 6 dan 11, sehingga ketika bertemu keduanya membentuk antibodi.
"Vaksin yang ada sekarang ini mengandung protein yang sama dengan
virus 6, 11. Jadi orang tidak akan terkena kanker karena proteinnya
mirip sehingga membentuk antibodi," ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kanker serviks disebabkan oleh Human
Papillomavirus (HPV) yang disebarkan melalui hubungan seks dan dapat
dicegah dengan proteksi hampir 100 persen dan sekali seumur hidup dengan
tiga tiga kali vaksin.
Oleh :
Beno Junianto, putri firdaus
0 komentar:
Posting Komentar